Guguak Tinggi, 10 Juni 2026 – Bundo Kanduang Nagari Guguak Tabek Sarojo kembali melaksanakan kegiatan pertemuan bulanan yang berlangsung pada hari Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di Gedung Madrasah Diniyah Kuliyatul Mu’allimin Jorong Guguak Tinggi. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, peningkatan kapasitas, serta penguatan peran perempuan dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Minangkabau.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur Bundo Kanduang mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga nagari. Hadir sebagai narasumber utama Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam, Bundo Asnita Tamrin, yang memberikan materi dan motivasi kepada seluruh peserta yang hadir. Turut hadir Bundo Eni Putri selaku Bundo Kanduang Kecamatan IV Koto serta Ketua Bundo Kanduang Nagari Guguak Tabek Sarojo, Bundo Ira Sri Rahayu, beserta anggota Bundo Kanduang dari berbagai jorong di Nagari Guguak Tabek Sarojo.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Guguak Tabek Sarojo, Inyiak Nasdi Azid, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bundo Kanduang dalam melaksanakan kegiatan yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
“Bundo Kanduang memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui peran seorang ibu dan perempuan dalam keluarga, nilai-nilai adat, budaya, serta pendidikan karakter dapat diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Wali Nagari dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Bundo Asnita Tamrin mengangkat tema “Perempuan Sebagai Tonggak Limpapeh Rumah Nan Gadang dalam Pelestarian Adat dan Budaya.” Tema ini dipilih sebagai pengingat sekaligus penguatan terhadap peran perempuan Minangkabau yang sejak dahulu dikenal sebagai limpapeh rumah nan gadang, yaitu sosok yang menjadi penyangga utama dalam menjaga keharmonisan keluarga, martabat kaum, serta keberlangsungan adat istiadat.
Dalam pemaparannya, Bundo Asnita Tamrin menjelaskan bahwa perkembangan zaman dan kemajuan teknologi membawa berbagai tantangan bagi generasi muda. Oleh karena itu, perempuan sebagai ibu dan pendidik pertama dalam keluarga memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai adat, sopan santun, serta kecintaan terhadap budaya Minangkabau sejak usia dini.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dengan pelestarian budaya lokal. Menurutnya, adat dan budaya bukanlah penghalang kemajuan, melainkan fondasi yang harus terus dijaga agar generasi muda tetap memiliki identitas dan jati diri yang kuat di tengah arus globalisasi.
Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, pendidikan anak, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh Bundo Kanduang dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pelestarian budaya di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan pertemuan bulanan ini, diharapkan peran Bundo Kanduang sebagai mitra pemerintah nagari dalam pembangunan sosial dan budaya dapat semakin optimal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan antar anggota Bundo Kanduang dalam menjaga nilai-nilai adat Minangkabau agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Bundo Kanduang Nagari Guguak Tabek Sarojo terus berupaya menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan adat dan budaya, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, berakhlak, dan berbudaya.
“Adat dipakai baru, pusako dipakai usang. Nilai-nilai luhur budaya Minangkabau harus terus hidup dan berkembang melalui peran perempuan sebagai limpapeh rumah nan gadang.”


